Berpuasa di Bulan Ramadhan
Kamis, 25 Mei 2017
Add Comment
Sebentar lagi
bulan Suci Ramadhan akan datang kepada kita. Nah, sebelumnya apakah kita sudah
mengetahui dengan baik mengenai puasa di bulan Ramadhan ? Mari kita simak
nasihat salah seorang Ulama yang bernama Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi mengenai
berpuasa di Bulan Ramadhan ini.
Salah satu ciri wanita muslimah
adalah orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan jiwanya ditaburi iman.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda,
Salah satu ciri wanita muslimah
adalah orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan jiwanya ditaburi iman.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda,
“Barangsiapa
berpuasa bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka
dosa-dosanya yang telah lampau diampuni”(Muttafaq Alaihi)
Wanita Muslimah juga memperhatikan
akhlak-akhlaq orang yang sedang berpuasa, menjaga lidah, pandangan mata dan
anggota abdannya dari hal-hal yang dapat mengotori puasanya atau mengurangi
pahalanya. Jika menghadapi perselisihan, percekcokan atau hiruk-pikuk, maka dia
langsung bertindak menurut petunjuk Nabi Shallallahu
Alaihi wa Sallam, apa yang harus dilakukan orang yang sedang berpuasa.
Sabda Beliau,
“Pada
hari saat salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata
kotor atau berteriak-teriak. Jika dia dicaci atau diajak bertengkar seseorang,
maka hendaklah dia berkata, ‘Aku sedang berpuasa’.”(Muttafaq Alaihi).
Pada Bulan Ramadhan, wanita Muslimah
yang brtaqwa merasa bahwa dia sedang berteduh pada bulan yang lain, karena pada
saat itu pahala amal-amal shalih dilipatgandakan, pintu-pintu kebaikan dibuka
lebar-lebar, puasa pada bulan ini kepunyaan Allah, padahal Dia-lah yang
memberinya pahala. Sementara pahala Allah Yang Maha Kaya dan Maha Pemberi
Nikmat serta karunia amat besar, menyeluruh dan melimpah ruah, tak mungkin
dibayangkan manusia.
“Setiap
amal Bani Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan berlipat menjadi sepuluh hingga
tujuh ratus kebaikan yang serupa. Allah berfirman, ‘Kecuali puasa. Puasa itu
bagi-Ku dan Aku mengganjarnya, karena dia meninggalkan syahwatnya dan
makanannya karena Aku’. Orang yang sedang berpuasa itu mempunyai dua macam
kegembiraan. Satu kegembiraan saat berbuka dan satu kegembiraan lagi saat
bersua Rabbnya. Bau mulutnya yang tidak sedap lebih harum di sisi Allah
daripada bau minyak kesturi.” (Diriwayatkan Muslim).
Karena itu wanita Muslimah yang
sadar harus bisa menyelaraskan antara pekerjaan rumah tangganya pada bulan
Ramadhan dan antara bagaimana dia pandai-pandai mengisi waktunya dengan ibadah
dan taqarrub kepada Allah, dengan mengerjakan amal-amal shalih. Kesibukan rumah
tangganya jangan sampai membuatnya lalai mengerjakan shalat fardhu tepat
waktunya, shalat-shalat Nawafil dan membaca Al-Qur’an. Beban-beban keluarga
jangan sampai membuatnya lalai mendirikan shalat tahajjud dan berdoa, sementara
dia juga mengetahui apa yang telah dipersiapkan Allah bagi orang-orang aktif
yang mendirikan shalat malam paa bulan Ramadhan, kaum laki-laki maupun wanita,
berupa pahala yang besar dan ampunan yang luas.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri selalu berusaha memperbanyak
amal-amal shalih pada bulan Ramadhan, yang tidak beliau lakukan di bulan-bulan
yang lain, terutama pada sepuluh hari yang terakhir.
Dari Aisyah Radhiallahu Anha, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meningkatkan ibadahnya pada bulan
Ramadhan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, dan pada sepuluh
hari terakhir, yang tidak beliau lakukan pada hari-hari yang lain.”
(Diriwayatkan Muslim)
Juga dari Aisyah, dia berkata, “Jika
memasuki sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menghidupkan
seluruh waktu malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan
mengencangkan kain penutup badan.” (Muttafaq Alaihi)
Beliau menyuruh mencari
Lailatul-Qadar dan menganjurkannya dengan bersabda,
“Barangsiapa
bangun (mendirikan shalat) pada Lailatul-Qadar karena iman dan mencari ridha
Allah, maka dosa-dosanya yang telah lampau diampuni.”(Muttafq Alaihi)
Bulan yang mulia ini adalah bulan
untuk melakukan ibadah secara tulus. Tidak seharusnya bagi wanita Muslimah yang
rajin dan sungguh-sungguh menghabiskan waktu malamnya untuk bercanda dan
melakukan hal-hal yang tidak berguna. Sehingga setelah dekat waktu shubuh, dia
pun mengantuk lalu tertidur dan tidak sempat membangunkan anggota keluarganya,
sehingga semua tertidur dan tidak sempat mengerjakan shalat shubuh.
Wanita Muslimah yang sadar dan ingin
hidupnya bersama anggota keluarganya dengan pula kehidupan yang islamy pada
bulan Ramadhan, harus pandai-pandai mengatur jawal pada malam-malam bulan
Ramadhan. Sehabis melaksanakan shalat Isya’, anggota keluarganya tidak boleh
berjaga terlalu lama, karena tak seberapa lama kemudian mereka harus bangun
untuk mendirikan shalat malam atau Tarawih, lalu disusul makan sahur.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan
untuk makan sahur, karena di dalamnya terkandung berkah. Beliau bersabda,
“Sahurlah
kalian, karena di dalam sahur itu ada barakah” (Muttafaq Alaihi)
Wanita Muslimah yang lurus membantu
semua anggota keluarganya bangun makan sahur, karena mengikuti perintah
Rasululllah Shallallahu Alaihi wa Sallam,
apalagi di dalam sahur itu terdapat barakahnya, di antaranya mengingatkan untuk
mendirikan shalat malam, menyuntikkan sugesti di dalam jiwa untuk pergi mesjid
mendirikan shalat shubuh secara berjama’ah. Yang pasti, makan sahur menguatkan
badan, dan begitulah yang selalu dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan yang dianjurkannya.
Dari Zaid bin Tsabit Radhiallahu Anhu, dia berkata, “Kami
pernah makan sahur bersama-sama Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam, kemudian kami bangkit untuk mendirikan shalat. Ada yang
bertanya, “Berapa lamakah jarak antara sahur dan shalat itu?” Beliau menjawab,
“(Selama membaca) lima puluh ayat).” (Muttafaq Alaihi).
Tidak dapat diragukan , wanita
Muslimah yang menjadi sumber kebaikan bagi seluruh anggota keluarganya pada
bulan Ramadha, akan mendapat limpahan pahala dari Alah dan pahalanya itu akan
dilipatgandakan. Firman-Nya,
“Sesungguhnya
mereka yang beriman dan beramal shalih, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan
pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.” (QS. Al-Kahfi: 30)

Belum ada Komentar untuk "Berpuasa di Bulan Ramadhan"
Posting Komentar