Informasi Penting bagi Ibu
Minggu, 28 Mei 2017
Add Comment
Mendapatkan anugerah dari Allah Ta’ala
berupa kehadiran sang bayi ditengah-tengah keluarga kita merupakan nikmat yang
harus kita syukuri bersama. Terutama bagi calon ibu baru, informasi mengenai
hal yang berhubungan dengan sang buah hati merupakan kesempatan yang tidak bisa
dilewatkan begitu saja. Bagi ukhti-ukhti semua beberapa hal dibawah ini perlu
kita ketahui agar bayi kita kelak tumbuh sehat dan cerdas insya Allah.
Beberapa
point penting yang harus diketahui seorang ibu yang tengah menyusui bayinya
baik melalui ASI maupun susu botol :
A. BAYI YANG KEKURANGAN MAKAN
Jika
bayi kurang minum susunya, bayi akan kurus.Berat badannya tidak
naik-naik.Mungkin disertai pucat, lesu, dan lemah. Gerakan bayi kurang dan
tampak malas bermain.Jika keadaan ini dibiarkan, lama-kelamaan bayi akan
kekurangan gizi.Bukan hanya kekurangan kalori atau tenaga, tetapi juga
kekurangan vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin A yang paling ditakuti
karena dapat berakhir dengan kebutaan.
B. BAYI YANG KELEBIHAN MAKAN
Bayi
yang kelebihan makan juga tidak baik.1Kondisi ini sering ditemui pada bayi yang
diberi susu kaleng. Kita tahu kadar lemak susu sapi lebih tinggi dari lemak
ASI. Jika takaran susu kalengnya melebihi ketentuan, bayi kelebihan lemak.
Kelebihan lemak disimpan menjadi lemak badan sehingga bayi menjadi kegemukan.
Perlu diketahui, jika terjadi kelebihan kalori sebanyak 500 kal/hari maka dalam
seminggu berat badan bayi akan naik menjadi 500 gr.
Kejadian
tersebut banyak dialami bayi diperkotaan.Bayi diperkotaan cenderung mendapat
susu botol. Lebih-lebih didaerah yang beriklim panas. Di daerah beriklim
demikian, kebutuhan bayi terhadap air meningkat. Bayi yang haus bukan diberi
air minum, melainkan diberi susu. Jika setiap kali kehausan diberikan susu,
bayi akan kelebihan susu.Bayi akan kelebihan makanan sehingga menjadi terlalu
gemuk.
Bahaya lain dari kegemukan adalah bayi akan menolak makanan
tambahan. Padahal makanan tambahan diperlukan untuk melengkapi zat gizinya. Ibu
bisa mengeluh jika bayinya tak mau makan. Bayinya menolak bubur susu atau nasi
timnya ataupun yang lainnya. Kemungkinan ini terjadi karena sang bayi sudah
kelebihankalori dari lemak susunya.
Tidak
jarang ibu malah memberikan vitamin atau perangsang nafsu makan. Ini tentu
keliru, karena yang perlu dilakukan adalah mengurangi takaran susunya.
Disamping itu, ibu harus mengubah pola makan bayinya sehingga keadaan-keadaan
yang tidak normal bisa dicegah. Dengan berkurangnya lemak susu, bayi akan
berselera kembali menerima makanan lainnya, insya Allah.
C. BAYI GEMUK TIDAK SELALU SEHAT
Kebanyakan sebagian dari kalangan ibu-ibu msih beranggapan keliru
yaitu diantara mereka ada saja yang masih beranggapan bahwa bayi yang sangat
gemuk itu bayi sehat. Padahal sesungguhnya bukanlah demikian. Justru bayi yang
tidak gemuklah yang sehat. Caranya, dengan tidak memberinya makan berlebihan
agar tidak membebani pencernaan. Pemberian makanan yang berlebihan juga membuat
bayi rawan terhadap jantung dan otak.
D. GUMOH (MUNTAH KECIL)
Gumoh atau muntah kecil sehabis minum susu masih dianggap normal
pada bayi sampai usia enam bulan. Itu hanya tanda bahwa bayi sudah kekenyangan
atau banyak udara yang tertelan. Untuk mencegah gumoh, perbaiki cara menyusui
sang bayi. Apabila ukhti menyusui bayi dengan susu kaleng maka letakkan kepala
bayi anda dengan letak botol susunya searah dengan mulut. Bibir bayi mengulum
seluruh pangkal dot susunya. Botol susu ditunggingkan dulu sebelum dimasukkan ke
mulut bayi agar tidak ada udara bebas terjebak didalam botol susu yang ikut
terisap. Atau apabila ukhti menyusui sendiri, maka bibir bayi harus mengulum
seluruh lingkaran puting susu
tersebut.Dengan demikian tidak banyak udara yang masuk. Sehingga resiko
gumoh atau muntah kecil setidaknya dapat sedikit dihindari.
E. SENDAWA
Bayi ukhti mungkin mengisap
masuk udara ketika menyusu. Jumlah udara yang terisap beragam.Bayi yang menyusu
dari botol cenderung menelan lebih banyak udara dibandingkan yang menyusu dari
payudara, tetapi hal ini tidak dengan
sendirinya menjadi masalah.Buatlah bayi anda bersendawa bila memang
perlu. Caranya pegang tegak lurus sang bayi bersandar pada dada anda lalu
perlahan-lahan tepuk-tepuk atau usap-usap punggungnya. Jangan menepuk atau
mengusap terlalu keras, karena ukhti dapat membutanya tersentak sehingga ia
memuntahkan susunya. Gerakan mengusap kearah atas secara lembut biasanya lebih
disukai dibandingkan tepukan yang keras.Gerakan kecil ini melepaskan uadara
dilambung sang bayi. Jika ia dipegang
tegak tidak akan ada susu yang naik bersamaan dengan udara. Jika ukhti
langsung membaringkannya ditempat tidur tanpa dibuat bersendawa terlebih dahulu
mungkin ia akan memuntahkan sebagian susu yang diminumnya atau udara akan masuk
kedalam usus besarnya dan mengakibatkan rasa tidak nyaman atau yang lebih
dikenal dalam istilah kedokteran dengan nyeri kolik.
F.SEMBELIT
Tinja bayi yang baru lahir masih encer dan belum berbentuk. Setelah
bayi berumur seminggu, tinjanya mulai sedikit padat dan berbentuk. Namun, bayi
yang diberi susu botol, tinjanya berbeda dengan bayi yang diberi ASI.Tinja bayi
yang diberi ASI lebih lembek dibanding bayi yang minum susu botol. Warnanya pun
agak berbeda.
Bayi yang sehat,
buang air besar 1-2 kali dalam sehari.Kadang-kadang baru buang air setelah
36-48 jam sekali. Inipun masih dianggap normal.Namun, lebih sering terjadi bayi
mengalami sembelit.Jika lebih dari 2 hari tidak buang air, mungkin bayi kurang
minum. Bayi kecil perlu juga diberi air minum.Jika bayi sudah lebih besar, baru
perlu diberi tambahan jenis makanan yang berserat. Gangguan diatas baik
sembelit ataupun muntah kecil (gumoh) tidak dapat diabaikan begitu saja karena
terkadang dapat mengganggu pola makan dan kecukupan makanan bayi sehingga
keadaan-keadaan yang tidak normal ini harus dicegah. Jika dialami juga,
upayakan segera diatasi. Mudah-mudahan informasi diatas bermanfaat bagi ukhti
semua.
Baca>> Anak Hebat Berakhlak Mulia

Belum ada Komentar untuk "Informasi Penting bagi Ibu"
Posting Komentar